Selamat Datang di :: Boncel Blog's :: dan Tunggu Info-Info Berikutnya.

Thursday, 31 July 2008

Cara pengelolaan air gambut sederhana TIPE TP2AS

Dalam rangka penyediaan air minum yang bersih dan sehat bagi masyarakat pedesaan yang mana kualitas air tanahnya buruk serta belum mendapatkan pelayanan air minum dan PAM, perlu memasyarakatkan alat pengolah air minum sederhana yang murah dan dapat dibuat oleh rnasyarakat dengan menggunakan bahan yang ada dipasaran setempat.

Salah satu alat pengolah air minurn sederhana tersebut adalah alat pengolah air minum yang merupakan paket terdini dan Tong (Tangki), Pengaduk, Pornpa aerasi dan saringan dan pasir atau disingkat Model TP2AS. Alat ini dirancang untuk keperluan rumah tangga sedemikian rupa sehingga cara pembuatan dan cara pengoperasiannya mudah serta biayanya murah. Cara pengolahannya dengan menggunakan bahan kimia yaitu hanya dengan tawas dan kapur (gamping).

Bahan
Untuk pembuatan satu unit alat pengolah air minum sederhana ini, diperlukan bahan-bahan antara lain, seperti jika bahan tersebut tidak tersedia dipasaran setempat, dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Bahan-bahan tersebut tidak termasuk bahan untuk dudukkan alat. Di samping itu bahan- bahan tersebut dapat juga disesuaikan dengan keadaan setempat misalnya, jika tidak ada tong plastik dapat juga dipakai drum bekas minyak yang dicat terlebih dahulu.

Tahap Proses Pengolahan

Tahapan proses pengolahan terdiri dan beberapa tahap yaitu:
1. Netralisasi dengan pemberian kapur/gamping.
2. Aerasi dengan pemompaan udara.
3. Koagulasi dengan pemberian tawas,
4. Pengendapan.
5. Penyaningan.

1. Netralisasi

Yang dimaksud dengan netralisasi adalah mengatur keasaman air agar menjadi netral (pH 7-8). Untuk air yang bersifat asam misalnya air gambut, yang paling murah dan mudah adalah dengan pemberian kapur/gamping. Fungsi dan pemberian kapur, disamping untuk menetralkan air baku yang bersifat asam juga untuk membantu efektifitas proses selanjutnya.

2. Aerasi

Yang dimaksud dengan aerasi yaltu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan. Disamping itu proses aerasi juga berfungsi untuk menghilangkan gas-gas beracun yang tak diinginkan misalnya gas H2S, Methan, Carbon Dioksida dan gas-gas racun lainnya.

3. Koagulasi

Koagulasi adalah proses pembubuhan bahan kimia kedalam air agar kotoran dalam air yang berupa padatan tersuspensi rnisalnya zat warna organik, lumpur halus bakteri dan lain-lain dapat menggumpal dan cepat rnengendap. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan pembubuhan tawas. Cara pembubuhan tawas dapat dilakukan sebagai berikut yaitu sejumlah tawas/alum dilarutkan dalam air kemudian dirnasukkan kedalam air baku lalu diaduk dengan cepat hingga merata selama kurang lebih 2

rnenit. Setelah itu kecepatan pengadukkan dikurangi sedemikian rupa sehingga terbentuk gurnpalan-gunipalan kotoran akibat bergabungnya kotoran tersuspensi yang ada dalam air baku. Setelah itu dibiarkan beberapa saat sehingga gumpalan kotoran atau disebut flok tumbuh menjadi besar dan berat dan cepat mengendap.

4. Pengendapan

Setelah proses koagulasi air tersebut didiamkan sampai gumpalan kotoran yang terjadi mengendap semua (+ 45 - 60 menit). Setelah kotoran mengendap air akan tarnpak lebih jernih. Endapan yang terkumpul didasar tangki dapat dibersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tangki.

5. Penyaringan

Pada proses pengendapan, tidak semua gumpalan kotoran dapat diendapkan semua. Butiran gumpalan kotoran dengan ukunan yang besar dan berat akan mengendap, sedangkan yang berukuran kecil dan ringan masih melayang-layang dalam air. Untuk mendapatkan air yang betul-betul jernih harus dilakukan proses penyaringan. Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan air yang telah diendapkan kotorannya ke bak penyaning yang terdiri dan saringan pasir.

Peralatan

Peralatan yang digunakan terdiri dan tong, pengaduk, pompa aerasi, dan saringan dari pasir. Kegunaan dari rnasing-masing peralatan adalah sebagai berikut:

Tangki PenampunganTong

Terdiri dan Drum Plastik dengan volume 220 liter. Drum tersebut dilengkapi dengan dua buah kran yaitu untuk mengalirkan air ke bak penyaring dan untuk saluran penguras. Pada dasar Drum sebelah dalam diplester dengan semen sehingga berbentuk seperti kerucut untuk memudahkan pengurasan.

Selain itu dapat juga menggunakan tangki fiber glass volume 550 liter yang dilengkapi dengan kran pengeluaran lumpur. Tong atau tangki penampung dapat juga dibuat dan bahan yang lain misalnya dari tong bekas minyak volume 200 liter atau dari bahan gerabah. Fungsi dan drum adalah untuk menampung air baku, untuk proses aerasi/penghembusan dengan udara, untuk proses koagulasi dan flokulasi serta untuk pengendapan.

Pompa Aerasi

Pompa aerasi terdiri dan pompa tekan (pompa sepeda) dengan penampang 5 cm, tiriggi tabung 50 cm. Fungsi pompa adalah untuk menghembuskan udara kedalam air baku agar zat besi atau mangan yang terlarut dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk oksida besi atau oksida mangan yang dapat diendapkan. Pompa tersebut dihubungkan ciengan pipa aerator untuk menyebarkan udara yang dihembuskan oleh pompa ke dalam air baku. Pipa aerator terbuat dan selang plastik dengan penampang 0.8 cm, yang dibentuk seperti spiral dan permukaannya dibuat berlubang-lubang, jarak tiap lubang + 2 cm.

Bak Penyaring

Bak Penyaring terdiri dari bak plastik berbentuk kotak dengan tinggi 40 cm dan luas penampang 25 X 25 cm serta dilengkapi dengan sebuah keran disebelah bawah. Untuk media penyaring digunakan pasir. kerikil, arang dan ijuk. Susunan media penyaring media penyaring dan yang paling dasar keatas adalah sebagai berikut:

• Lapisan 1: kerikil atau koral diameter 1-3 cm, tebal 5 cm.

• Lapisan 2: ijuk ketebalan 5 cm.

• Lapisan 3: arang kayu, ketebalan 5-10 cm.

• Lapisan 4: kerikil kecil diameter + 5 mm, ketebalan + 5cm.

• Lapisan 5: pasir silika, diameter + 0,5 mm, ketebalan 10-15 cm.

• Lapisan 6: kerikil, diameter 3 cm, tebal 3-6 cm.

Diantara Lapisan 4 dan 5, dan Lapisan 5 dan 6, dapat diberi spons atau kasa plastik untuk memudahkan pada waktu melakukan pencucian saringan. Gambar penampang Tangki Penampung, Selang Aerator dan penampang saringan adalah seperti tertera pada Gambar 2, Gambar 3, dan Gambar 4.


Bahan Kimia

Bahan kimia yang diperlukan antara lain : tawas, kapur tohor dan kaporit bubuk.

1. Masukkan air baku kedalam tangki penampung sampai hampir penuh (500 liter).

2. Larutkan 60 - 80 gram bubuk kapur / gamping (4 - 6 sendok makan) ke dalam ember kecil yang berisi air bak, kemudian masukkan ke dalam tangki dan aduk sampai merata.

3. Masukkan slang aerasi ke dalam tangki sampai ke dasarnya dan lakukan pemompaan sebanyak 50 - 100 kali, setelah itu angkat kembali slang aerasi.

4. Larutkan 60 - 80 gram bubuk tawas (4 - 6 sendok makan) ke dalam ember kecil, lalu masukkan ke dalam air baku yang telah diaerasi. Aduk secara cepat dengan arah yang putaran yang sama selama 1-2 menit. Setelah ito pengaduk diangkat dan biarkan air dalam tangki berputar sampai berhenti dengan sendirinya dan biarkan selama 45- 60 menit.

5. Buka kran penguras untuk mengelurkan endapan kotoran yang terjadi, kemudian tutup kembali.

6. Buka kran pengeluaran dan alirkan ke bak penyaring. Buka kran saringan dan usahakan air dalam saringan tidak meluap.

7. Tampung air olahan (air bersih) dan simpan ditempat yang bersih. Jika digunakan untuk minum sebaiknya dimasak tenlebih dahulu.

Catatan:

Jika volume bak penampung lebih kecil maka jumlah kapur dan tawas yang dipakai harus disesuaikan. Jika menggunakan kaporit untuk membunuh kuman-kuman penyakit, bubuhkan kaporit sekitar 1-2

gram untuk 500 liter air baku. Cara pemakaiannya yaitu dimasukkan bersama-sama pada saat memasukkan larutan kapur.

Tabel 1: Bahan-bahan yang diperlukan

Tangki Fiber glass Vol. 500 liter

Buah

1

Tong Kran Plastik, Volume 20 atau 40 liter

Buah

I

Stop kran ½ “

Buah

I

Stop kran ¾ “

Buah

2

Socket PVC drat luar 1/2 “

Buah

3

Socket PVC drat luar 3/4”

Buah

3

Fauset PVC drat dalam 1/2”

Buah

3

Fauset PVC drat dalam 3/4”

Buah

2

Pipa PVC 1/2”

Batang

1

Pipa PVC 3/4”

Batang

I

Slang Plastik 5/8”

Meter

6

Pompa Tekan

Buah

1

Ember Plastik

Buah

2

Spons busa, tebal 2 cm

Lembar

1

Kerikil, diameter 1-2 cm

Kg

5

Pasir silika

Kg

5

Arang

Kg

2

Ijuk

Ikat

2

Kapur Gamping

Kg

5

Tawas

Kg

5

Kaporit

Kg

1

0 comments:

 
Copyright © 2009 Boncel (Bonti Celang) | template by Blogspot tutorial